deniskick

PKI MENGHASUT MASYUMI MENYERANG

Bagian dari Pidato Kasman Singodimedjo pada Pandangan Umum Babak II di Persidangan Konstituante. Perlu dibaca, relevan dengan situasi politik masa kini.

“Saudara Nyoto dalam pidatonya agak heran, kenapa kami menyerang Komunisme di dalam gedung Konstituante ini, padahal PKI tidak menawarkan komunisme dijadikan Dasar Negara?

"Saudara Nyoto menyatakan Masyumi mempunyai jiwa yang kerdil, sangsi (ragu-ragu) terhadap pendiriannya sendiri. Masyumi menjerit-jerit melihat bahaya komunisme yang bukan saja hendak mengusir Islam dari Indonesia tapi juga hendak mengusir Tuhan dari Indonesia," demikian saudara Nyoto.

Saudara Ketua, kalau kami menyatakan bahaya komunisme, sama sekali bukan karena kami mempunyai jiwa kerdil, jiwa pengecut, seperti yang dituduhkan saudara Nyoto.

Saudara Nyoto dan kawan-kawannya barangkali akan mengakui bahwa pemberontakan mereka di Madiun September 1948 yang gagal itu, umat Islam ikut melumpuhkan dan menggagalkannya di samping Tentara Nasional Indonesia. Kalau saudara Nyoto dan kawan-kawannya tidak percaya bahwa kami bukan pengecut, bukan umat yang berjiwa kerdil, lemah atau kecil, boleh PKI mengadakan Madiun kedua di mana saja dan kapan saja.

Saudara Ketua, kami menyatakan kepalsuan ideologi komunis dan Kongres Alim Ulama seluruh Indonesia di Palembang menyatakan kekufuran ajaran Komunisme. Maksudnya ialah hendak menunjukkan dan menyatakan sekaligus kepalsuan dukungan PKI terhadap Pancasila, hendak menyatakan bahwa boncengan dan pertahanan PKI kepada Pancasila itu ‘ada udang di balik batu.’

Saudara Ketua, kami tidak heran dengan siasat dan taktik perjuangan PKI di Indonesia. Politiknya ialah ‘politik rangkul untuk menghadapi lawan yang kuat.’ Kami tidak heran mengapa saudara Wikana dan Nyoto hanya mencari golongan anti komunis di dalam partai Masyumi saja. Kenapa hanya Natsir, Kasman, Isa Anshary, dan Rusyad Nurdin mendapat prioritas satu dalam sasaran serangannya. Kenapa Nyoto tidak menyebut pemimpin-pemimpin PNI seperti Hadisubeno dan Mr. Sudarisman di Jawa Tengah, Slamet Ginting di Sumatera Timur, dan pemimpin-pemimpin PNI di Jawa Barat, Jawa Timur, dan sebagainya, padahal mereka itu semua mengecam komunis? Kenapa saudara Nyoto tidak menyebut nama saudara KH. Abdul Wahab dari NU, padahal beliau pernah menyatakan dalam wawancara media bahwa beliau setuju PKI dilarang di Indonesia? Kenapa saudara Nyoto tidak menyebut nama saudara Kasimo, Tambunan, dan masih banyak lagi pemimpin Kristen lainnya, yang dari semuanya itu anti komunisnya tidak kurang dari kami?

Saudara Ketua, cara yang demikian itulah cara komunis di seluruh dunia bekerja. Memukul lawan yang terkuat, merangkul lawan yang dianggapnya lemah untuk menjadi kawan, lawan sementara, yang pasti akan dihancurkan setelah lawan yang terkuat itu lumpul dan hancur.

Dalam bukunya De linkse stroming, een kinderziekte van het communisme, Lenin, nabinya kaum komunis mengajarkan bahwa selama kaum komunis posisinya masih lemah, mereka harus mencari kerja sama dengan golongan-golongan yang termasuk golongan kaum borjuis kecil, seperti kaum nasionalis. Ajaran Lenin inilah yang dipakai oleh PKI di Indonesia. Waspada akan cara dan siasat PKI bekerja dengan “politik merangkul” yang terkenal untuk memukul lawannya yang terkuat, dan kemudian menghancurkan lawan yang dirangkul itu satu demi satu. Itulah yang menjadi dasar dorongan kepada kami, jika kami memperingatkan kepada golongan non-komunis dalam Konstituante. Ini agar mereka tidak terpesona, terpukau, dan terpikat oleh senyum dan main-mata komunis."

Ust. Irfan S Awwas
Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

Related

Politik 1303237261640806075

Posting Komentar Default Comments Disqus Comments

Dilarang Keras Asbun Atau Kentut Di Sini !!! Maaf, Komentar Asbun atau Kentut Akan Admin Hapus !!!

emo-but-icon

Terbaru

Terpopuler

Komentar

Thank You


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Jangan Lupa Tinggalkan Komentar

CARI DI SINI

item